Apabila Anda berencana untuk membeli rumah yang diidamkan, ada baiknya memeriksa kembali keuangan Anda, apakah sudah layak dan siap. Karena membeli rumah idaman merupakan salah satu langkah yang krusial dan penting dalam hidup.

Ada banyak orang yang hanya mengira kemampuan keuangannya untuk membeli rumah. Namun ketika mengajukan pinjaman Kredit Perumahan Rakyat (KPR), justru kelabakan karena kondisi keuangan realnya tidak siap dengan besaran cicilan perbulan. Jangan sampai Anda seperti itu.

Berikut ini adalah 4 langkah pengelolaan keuangan yang bisa membantu Anda agar cermat membeli rumah idaman.

  • Kenali Kemampuan Real Keuangan Anda

Hitunglah penghasilan tetap dan tidak tetap Anda per-tahunnya, lalu kalikan dengan faktor angka 2,5. Anda akan memperoleh gambaran jumlah nilai uang yang akan digunakan untuk membeli rumah. Jika memiliki tagihan kredit seperti kredit mobil ataupun kartu kredit, maka ada baiknya Anda merencanakan ulang porsi anggaran menjadi lebih kecil untuk membeli rumah. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari menggunungnya tagihan hutang dan berakhir menjadi gagal bayar.

  • Lunasi Kredit Tepat Waktu Untuk Tingkatkan Nilai Kredit Anda

Selalu cek apakah tagihan kredit Anda masih bisa terlunasi ataukah tidak? Jika masih bisa, maka Anda harus mulai melunasi pembayarannya sehingga membersihkan sekaligus meningkatkan nilai kredit Anda. Karena bila Anda memiliki nilai kredit yang jelek, itu akan mempengaruhi penilaian Bank pada kemampuan Anda untuk memebeli rumah.

Lembaga pemberi pinjaman seringkali melihat skor kredit Anda pada awal masa pinjaman maupun saat tengah masa pinjaman KPR. Hasil penilaian ini dipakai untuk menentukan kemampuan tanggung jawab Anda dalam resiko pembayaran KPR.

Karena itu, selalu ekstralah untuk mempertahankan nilai (skor) kredit Anda pada posisi yang baik ketika sebelum, selama, dan setelah mendapatkan pinjaman KPR untuk membeli rumah idaman Anda.

  • Bandingkan Penawaran Antar Bank Dalam Pinjaman KPR 

Penawaran pinjaman KPR pastilah berbeda antara satu Bank dengan Bank lainnya. Bahkan jika ada yang suku bunganya sama, belum tentu tenor pinjaman sama. Bahkan bisa juga berbeda uang muka.

Karena itu, ada banyak aspek yang wajib Anda perhatikan dalam membandingkan penawaran pinjaman KPR dari bank, yaitu seperti uang muka, suku bunga, tenor pinjaman, nilai manfaat, premi pinjaman, dan biaya legalitas lainnya. Perhatikan juga latar belakang dari lembaga pinjaman yang memberikan penawaran, apakah lebih fleksibel ataukah selalu terpaku tanpa ada dispensasi kemudahan.

Sekali lagi, jangan terjebak dengan promo semata. Aktiflah bertanya dan membandingkan.

  • Wajib Menabung Lebih

Secara umum, uang muka untuk mendapatkan syarat pinjaman KPR adalah sebesar 10% sampai 30%. Patokan nilai uang muka ini tergantung dari nilai pendapatan Anda dan sejauh mana Anda mampu membayar cicilannya.

Contohnya bila Anda menaksir sebuah rumah seharga 500 Juta dan uang mukanya adalah sebesar 20%, maka Anda wajib membayarkan uang muka sebesar 100 Juta. Tentunya belum termasuk pajak, biaya legalisasi, dan biaya properti lainnya.

Karena alasan inilah, ada baiknya Anda harus mulai menabung lebih dari biasanya. Selain agar bisa membayar uang muka dan lainnya, juga bisa membantu meringankan cicilan bulanan Anda.